Pedoman Penulisan Laporan Digital Forensics

16.32.00 0 Comments


Pedoman penulisan laporan Digital Forensics
Meskipun bidang Forensik Digital, belakangan ini sudah menjadi tren yang cukup banyak dibicarakan oleh berbagai kalangan, namun masih banyak tugas, pekerjaan dan keterampilan yang perlu di benahi. Salah satunya adalah dalam hal pembuatan laporan. Biar bagaimanapun, meskipun investigasi telah diselesaikan dengan baik. Namun, yang akan berkomnukasi secara umum adalah laporan hasil dari investigasi tersebut.

Sayangnya, laporan ini bersifat sangat penting dalam dunia forenisk digital. Analisis yang memukau hanya akan sia-sia bila tidak tepat dalam menyampaikan. Dalam hal ini perlu diketahui bahwa membuat laporan adalah keterampilan yang bisa di asah dan dipelajari.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang invstigator untuk mempermudah dalam proses pembuatan laporan, yaitu: 

1. Jangan menunda pembuatan laporan
Mulailah laporan Anda, sebelum Anda memulai pemeriksaan Anda. Biasanya ada beberapa informasi yang Anda ketahui sebelum Anda memulai proses pertama penyelidikan. Bahkan walau hanya dengan mengisi nomor seri, informasi kontak, dan meletakkan apa yang Anda ketahui sebelumnya, tidak membuat Anda berhadapan dengan halaman kosong yang menakutkan setelah Anda menyelesaikan proses penyelidikan Anda. Usahakan juga untuk tetap memperbaharui laporan Anda bila melalui langkah demi langkah.

2. Sertakan Analisis
Jangan hanya melakukan cari dan dan temukan file saja. Namun, biasakan untuk memberikan analisis Anda untuk menambah nilai dari hasil investigasi Anda.

3. Berhati-hati dengan pernyataan “Mutlak”
Jangan menyatakan sesuatu pasti benar, atau tidak pernah terjadi sekalipun Anda meyakini hal tersebut. Karena apabila setelah dilakukan pengujian ternyata menghasilkan kesimpulan yang berlawanan, maka ini bisa menyebabkan kekacauan dalam proses penyelidikan.

4. Membuat Template
Tampelate dapat mempermudah dan menghemat jam kerja. Template juga bisa disesuaikan dengan bahasa dan format standar. 

Berikut ini adalah contoh template penyusunan laporan untuk digital forensik yaitu ;

1. Title Page- ini dapat mencakup informasi seperti nama kasus, tanggal, nama penyidik, dan informasi kontak.
2. Table of Contents (ToC)- ini tidak diperlukan untuk laporan singkat. Namun, jika laporan Anda panjang dan / atau pecah menjadi beberapa bagian yang berbeda, TOC termasuk dapat membantu pembaca.
3. Executive Summary – Termasuk penting untuk laporan, ini memungkinkan pembaca untuk mendapatkan tampilan yang mudah dipahami dari temuan penting tanpa harus menyelidiki secara spesifik.
4. Objectives - Bagian ini sangat penting untuk disertakan jika Anda diminta untuk melakukan penyelidikan yang ditargetkan.
5. Evidence Analyzed- ini harus mencakup nomor seri, nilai hash (MD5, SHA, dll), dan informasi jika diketahui. Jika foto itu diambil di tempat kejadian, Anda mungkin bisa melampirkannya di sini.
6. Steps Taken– Rincikanlah. Termasuk perangkat lunak dan perangkat keras yang digunakan. Jangan lupa untuk menyertakan nomor versi.
7. Relevant Findings- membuat sub kategori laporan apabila diperlukan, seperti: Documents of Interest; Internet Activity; Software of Note; USB Devices, dsb.
8. Timeline - sebuah laporan akan lebih baik bila disertakan timeline. Timeline yang baik dapat membantu mengkomunikasikan informasi yang ingin disampaikan oleh seorang investigator.
9. Conclusion - utamakan hal-hal penting, biasanya dalam bentuk daftar temuan secara ringkas
10. Signature - sertakan bagian tanda tangan yang dapat dicetak dan ditandatangani.
11. Exhibits - sertakan bagian tanda tangan yang dapat dicetak dan ditandatangani. 

_________________________________________________________________________
Refrensi
 http://www.forensicmag.com/article/2012/05/report-writing-guidelines

Ahmad Subki

Tidaklah manusia dilahirkan kecuali dalam keadaan bodoh, tidak mengetahui sesuatu apapun, kemudian Allah memberikan dia ilmu sehingga ia bisa mengenali, berjalan dan juga berfikir.

0 komentar: